Sudah susah payah menulis artikel di
blog tapi belum bisa muncul juga di mesin pencari. Sudah berjuang
berburu backlink tapi belum juga masuk page 1? Mungkin permasalahannya
ada di SEO on-page halaman web Anda.
Untuk yang belum paham, saya jelaskan sedikit mengenai SEO on-page. Secara umum, #SEO
dibagi menjadi dua, yaitu on-page dan off-page. SEO off-page berarti
kita mengoptimasi di luar website kita sendiri misalnya dengan mencari
backlink.
SEO on-page adalah kebalikan dari
off-page, kita mengoptimasi dari dalam website kita sendiri. Banyak
orang sering melupakan faktor SEO on-page blog. Akibatnya berapapun link
yang dibangun, websitenya belum juga masuk page #1 Google.
Untuk Anda yang mengalami hal ini, silahkan periksa kembali artikel-artikel di blog Anda .
1. Judul Halaman dan Judul Artikel
Judul halaman merupakan salah satu kunci
utama dari SEO on-page. Biasanya ketika kita melakukan search di
Google, judul halaman ditampilkan dengan ukuran besar berwarna biru. Ini
menunjukkan pentingnya judul halaman.
Biasanya judul halaman sama dengan judul
artikel. Tapi bagi pengguna WordPress, judul halaman dengan judul
artikel bisa dibedakan dengan bantuan plugin WordPress SEO atau
All-in-one SEO Pack.
Membedakan judul halaman dengan judul
artikel kadang bisa membantu SEO karena kita bisa mengoptimasi judul
halaman dengan keyword tertentu tanpa mengubah judul artikel agar tetap
enak dibaca.
2. Meta Description
Meta description yaitu beberapa kata
atau kalimat yang muncul di bawah judul halaman di hasil pencarian
Google. Dengan plugin SEO yang saya sebutkan di atas tadi, kita bisa
mengubah meta description untuk setiap artikel sehingga kita bisa
menargetkan keyword yang kita inginkan.
Selain untuk kepentingan SEO, menulis
meta description yang baik juga bisa membantu orang yang melakukan
search di mesin pencari. Dengan menuliskan meta description, user Google
akan dapat membaca poin penting halaman website kita di mesin pencari.
3. URL
Pastikan keyword yang kita targetkan
juga muncul di URL dan tidak ada kesalahan penulisan. Bagi pengguna
WordPress, format dari URL bisa diatur melalui menu Settings >
Permalink. Selain itu URL juga bisa diubah secara manual setiap kali
kita mengedit artikel. Untukkepentingan SEO, URL yang lebih singkat
lebih baik.
4. Optimasi Konten
Tiga faktor di atas masing-masing penting untuk menunjang SEO, tapi yang paling penting adalah kontennya. Ada dua jenis kesalahan utama dari optimasi konten. Yang pertama adalah kurang dioptimasi, yang kedua justru optimasi berlebihan.
Untuk kesalahan pertama, kurang
optimasi, biasanya ada beberapa penyebab. Misalnya, artikel terlalu
pendek sehingga tidak dianggap penting oleh #Google.
Artikel yang bagus biasanya punya 500 kata, minimal. Selain itu,
artikel kita bisa jadi tidak mengandung keyword yang ditarget.
Kesalahan kedua, terlalu banyak optimasi,
sering kali dilakukan oleh blogger Indonesia. Yang paling sering adalah
kebanyakan menggunakan keyword yang ditarget. Saking banyaknya,
sampai-sampai artikel tersebut tidak enak lagi untuk dibaca karena
kalimat-kalimatnya dipaksakan. Ditambah lagi dengan ‘hiasan’ seperti
bold, italic, dan understrike.
Kalau kita melihat kebelakang di tahun
2009-2010, optimasi berlebihan seperti ini mungkin masih bisa berdampak
positif. Tapi mengingat algoritma Google yang semakin canggih, optimasi
berlebihan justru akan menurunkan kualitas website.
Seperti yang saya tulis di website saya,
artikel yang baik ditulis oleh manusia untuk manusia, bukan search
engine. Selain untuk SEO, menulis artikel yang baik dan benar juga
tentunya memberikan dampak positif untuk pembaca blog.
5. Gambar dan Media Lainnya
Banyak perdebatan mengenai gambar,
apakah berpengaruh untuk SEO atau tidak. Yang jelas, gambar dan media
lain seperti video cukup penting untuk blog supaya tidak monoton.
Seperti halnya artikel, gambar juga bisa dioptimasi berlebihan. Misalnya dengan menggunakan keyword sebagai judul gambar + alternative tag. Supaya aman, berikan judul sesuai dengan gambarnya dan gunakan alternative tag untuk menjelaskan gambar secara singkat.
6. Link Internal
Link internal bisa membantu struktur
website supaya lebih SEO-friendly. Yang dimaksud dengan link internal
yaitu tautan-tautan antara masing-masing artikel yang relevan di dalam
satu website. Misalnya di artikel A kita membahas sedikit mengenai
artikel B. Berikan link dari artikel A menuju artikel B, hal seperti ini
bisa berdampak positif untuk SEO.
Hindari melakukan link internal apabila
artikelnya tidak relevan sama sekali, lakukan secara natural. Jangan
pula memasang link menuju halaman yang sama. Selain percuma, juga bisa
mengganggu pembaca. Fitur ‘categories’ dan ‘tags’ pada platform
WordPress juga sebaiknya dimanfaatkan untuk membangun struktur blog yang
solid.
Baca juga: Elemen Utama Dalam SEO Sebuah Website
7. Waktu Loading Website
Google cinta dengan website yang waktu
loadingnya singkat. Mereka sendiri pernah menyatakan bahwa hasil
pencarian juga memprioritaskan website yang cepat. Ada beberapa faktor
yang menentukan lamanya waktu loading.
A. Ukuran halaman:
Dipengaruhi oleh desain, script, gambar, dan media lain. Kurangi
penggunaan gambar dan script seperti Java Script apalagi Flash untuk
mempercepat loading website. Pemilihan template blog juga sebaiknya yang
ringan.
B. Layanan hosting:
Untuk yang blog yang hostingnya di Web 2.0 seperti Blogspot,
WordPress.com, Tumblr, atau yang sejenisnya, ini tidak jadi masalah.
Tapi bagi yang menggunakan layanan hosting mandiri, sebaiknya gunakan
hosting yang berkualitas.

EmoticonEmoticon